Ayat-Ayat Allah

May 24, 2008

Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa indonesia

Filed under: Pemerintahan

    Menurut Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, tujuan dibentuknya Pemerintah Negara Indonesia adalah untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia”. Rupanya kabut asap asal Indonesia yang melanda beberapa negara tetangga, menurut para mahasiswa yang menuntut ilmu di sana, menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah gagal melaksanakan tujuannya.

Perkumpulan Pelajar Indonesia di Malaysia dan Singapura (Perpimas) kemarin (Jumat, 06/10) mengeluarkan pernyataan yang isinya menyayangkan pemerintah Indonesia yang lamban dalam menganggapi pembakaran lahan yang marak terjadi di pulau Sumatra. Menurut ketua Perpimas, Jaka Sulistiana, “Kami merasa Pemerintah Indonesia telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pemerintah karena Pemerintah Indonesia tidak mampu melindungi rakyatnya sendiri dan malah mengganggu ‘ketertiban dunia’ dengan mengekspor asap yang jelas-jelas mengganggu kesehatan.”

Dalam pernyataannya, Perpimas juga menyatakan bahwa dengan tidak menindak tegas para pembakar lahan, pemerintah telah memperburuk citra bangsa Indonesia di mata negara tetangga. Untuk mendukung pernyataan itu, Perpimas telah melakukan survey terhadap warga Malaysia dan Singapura. Hasilnya, banyak dari mereka yang membenci Indonesia sejak kabut asap mulai menutupi kedua negara jiran.

Menurut pernyataan tersebut, “Karena banyak dari mereka di sini yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap dari Indonesia, masyarakat mulai berpikir bahwa semua orang Indonesia adalah pembakar lahan dan tidak peduli lingkungan. Terus terang, kami malu dengan tindakan para pembakar lahan di Sumatra dan pemerintah yang tidak mampu menanganinya.”

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa selain tidak mampu lagi melindungi warga negaranya, pemerintah juga membahayakan masa depan bangsa Indonesia dengan merusak generasi muda. Jaka yang membacakan pernyataan tersebut menjelaskan bahwa banyak anak-anak, terutama di daerah yang tertutup asap pekat, menderita gangguan pernapasan. Bukan hanya itu, “Lihat saja kami yang jauh-jauh menuntut ilmu ke Malaysia dan Singapura. Ini semua kan demi memajukan bangsa. Bukannya berterima kasih atau paling tidak mendukung, pemerintah malah mengirim asap untuk mengganggu belajar kami.”

Karena itulah Perpimas mendesak pemerintah untuk menindak para pembakar lahan secepatnya dan menghentikan pembakaran lahan dengan cara apapun. “Jangan sampai setelah dicap bangsa koruptor, Indonesia dicap sebagai bangsa yang tidak ramah lingkungan. Itu bisa saja terjadi mengingat selain pembakaran lahan, kita juga dengan bangga memiliki genangan lumpur terbesar di dunia,” menurut pernyataan tersebut sambil menyebut bencana yang melanda Sidoarjo.


Sentimen negatif

MerahPutih melakukan survey di wilayah Orchard Road, Singapura yang terkenal itu. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat Singapura dan bahkan turis-turis asing memiliki sentimen negatif terhadap Indonesia sebagai bangsa dan negara.

Screw (persetan dengan -red) Indonesia!” ujar seorang turis asal Hong Kong penuh kemarahan. Ia telah merencanakan liburan ke Singapura sejak lama, tetapi yang didapatinya ketika sampai ke negara pulau tersebut hanyalah asap.

Seorang turis Indonesia mengaku bahwa ia merasa tidak nyaman berbelanja di Orchard Road, “Banyak orang berkomentar yang jelek tentang Indonesia.”






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer