Ayat-Ayat Allah

July 5, 2008

Mencari Nilai Plus Mata Pelajaran Ekstrakurikuler

Filed under: Pendidikan

PENGERTIAN ekstra secara umum mengandung pengertian segala sesuatu yang mempunyai makna berbeda dan mempunyai nilai lebih dari yang biasa. Searah dengan pengertian tersebut, ekstrakulikuler di sekolah merupakan kegiatan yang bernilai tambah yang diberikan sebagai pendamping pelajaran yang diberikan secara intrakulikuler. 

EKSTRAKURIKULER — Berbeda dengan sekolah lain, di Madrasah Ahliyah 2 Jl Depaten Lama, pada bidang ekstrakurikuler murid mendapatkan pelajaran di antaranya barzanzi atau bacaan dan tata cara marhaban, tahlilan. Gambar diambil Senin (1/3). (Sripo/sts)

Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan memberi nilai plus bagi siswa selain materi pelajaran seperti yang dimuat di kurikulum yang didapatkan pada proses kegiatan belajar mengajar intrakulikuler. 
Sebagai pendamping, kegiatan ekstrakurikuler terdiri dari berbagai jenis pelajaran inti seperti termuat pada kurikulum. Misalnya pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan maka ekstrakulikulernya dapat berupa beladiri, berenang atau palang merah remaja (PMR). 
Mengiringi mata pelajaran kesenian, ekstrakulikulernya dapat berupa kelompok paduan suara dan band sekolah, kelompok sanggar seni atau bengkel sastra. Sedangkan mengiringi pelajaran agama, ekstrakulikuler yang diselenggarakan berupa pelatihan membaca Alquran atau bentuk lainnya.
Bahkan beberapa kegiatan ekstrakulikuler tidak hanya mendukung satu mata pelajaran melainkan lebih. Seperti kegiatan kepanduan atau ke-Pramukaan yang tidak hanya pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, keterampilan juga pendidikan kewarganegaraan. 
Waktu pemberian materi ekstrakulikuler ini bervariasi sesuai kebutuhan sekolah tersebut, pada hari yang sama dengan hari rutin belajar, di sela jam belajar atau pada hari libur di luar kegiatan belajar-mengajar rutin. 
Guru Madrasah Aliyah 2 Palembang sekaligus guru ekstrakulikuler, RM Ansori M, Senin (1/3) mengemukakan beberapa kegiatan ekstrakulikuler dilaksanakan di sekolah yang sudah berdiri sejak sekitar tahun 1920-an. 
Empat jenis kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut yakni olahraga beladiri karate, teater dan pelatihan drama, muhadoroh atau pelatihan berpidato dan ilmu kemasyrakatan. Semua siswa sejak kelas tiga menurutnya dianjurkan mengikuti ekstrakulikuler yang pengaturan jadwalnya setiap hari Rabu sejak pukul 07.30 hingga 12.30 WIB. Jika materi yang diberitakan tidak cukup pada hari itu, diberitakan juga di hari libur. 
Khusus ekstrakulikuler ilmu kemasyarakatan menurutnya pihak sekolah memilih kegiatan yang berbasis agama dan budaya di masyarakat. Seluruh siswa peserta ekstrakulikuler menurutnya diajari cara beratib, membaca barzanzi dan bertahlil. Juga pelatihan rodat yakni kesenian yang menggunakan alat terbangan mengiringi beberapa siswa lain yang membawakan tarian sarofal anam. 
Dengan ektrakulikuler ilmu kemasyarakatan ini diharapkan setelah lulus dari sekolah, siswa memiliki nilai plus atau keahlian tambahan selain kemampuan akademik. “Beberapa siswa kita yang lulus dua tahun lalu, ada yang sudah bisa memandu acara marhaban di kampung-kampung,” katanya. 
Meskipun tidak menjadi pemandu di kegiatan, menurutnya diharapkan siswa lulusan sekolah tersebut dapat ikut serta sekiranya ada kegiatan di kampung. Terlebih penting ekstrakulikuler tersebut untuk melestarikan budaya sehingga tidak kalah dengan budaya komtemporer dan modern. 
Saat kegiatan ektrakulikuler seluruh siswa menggunakan pakaian sesuai ektrakulikuler yang dipilih. Misalnya siswa peserta barzanzi menggunakan kain sarung. Juga sejumlah guru yang memberikan ekstrakulikuler juga menggunakan pakaian yang sesuai dengan kegiatan.
Direktur Umum Ma’had Izzudin, Ir Salihul Fajri Muchir kemarin mengemukakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Izzuddin pihaknya memiliki berbagai kegiatan ekstrakulikuler. Semua kegiatan menurutnya dilakukan hari Sabtu ketika siswa sekolah libur. Dua kegiatan ekstrakulikuler yakni ke-pramukaan dan berenang telah diintegrasikan pada kurikulum dan menjadi mata pelajaran intrakulikuler. Selain itu pihaknya memiliki beberapa ekstrakulikuler lain yakni olahraga beladiri taekwondo, pelatihan tahsin dan tahfiz yakni cara memperbaiki bacaan dan menghafal Al Quran. Juga pelatihan cara berhitung dengan menggunakan metode sempoa. (van)


Sebagai Ciri Khas Sekolah
KEGIATAN ekstrakurikuler sekolah tidak hanya pelengkap suatu proses kegiatan belajar-mengajar, melainkan sarana agar siswa memiliki nilai plus selain pelajaran akademis yang bermanfaat bagi kehidupannya bermasyarakat. Dalam praktiknya pelajaran ekstrakurikuler ini seringkali menjadi ciri khas suatu sekolah. 
Seperti dikemukakan Direktur Umum Ma’had Izzuddin, Ir Salihul Fajri Muchir sesuai karakter SDIT Izzuddin berbasis keagamaan maka ekstrakurikuler diupayakan memiliki ciri ke-Islaman dengan berdasar Alquran dan Hadist. 
“Seperti berenang pelajaran ini penting dan memang ada hadist yang mengemukakan agar setiap anak diajari berenang,” katanya ditemui di SDIT Izzuddin, Jl Demang Lebardaun, Senin (1/3).
Sejak tahun ajaran 2003-2004 menurutnya juga diselenggarakan ekstrakurikuler tahsin dan tahfiz (pelajaran memperbaiki bacaan Alquran dan menghafal Alquran). Untuk dua ekstrakurikuler ini selain dibimbing guru, sejumlah sekolah menurutnya juga dibimbing tenaga pengajar dari luar.
Kedua ekstrakurikuler ini ditujukan bagi siswa yang memang memiliki kemampuan menghafal di atas rata-rata. Sejak didirikan dua tahun lalu menurutnya beberapa siswa SDIT sudah mampu menghafal setengah juz Alquran. 
“Tahsin dan tahfidz ini memang ciri khas SDIT. Target kita setamatnya mereka dari SDIT siswa sudah hafal 2-3 juz Alquran,” katanya. Sembari menambahkan untuk memacu semangat siswa dalam tahsin dan tahfidz maka tenaga pengajar juga diberikan kegiatan ekstra untuk tahsin dan tahfidz.
Kegiatan ekstrakurikuler tahsin dan tahfidz ini menurutnya sebagai langkah antisipasi agar generasi mendatang tidak buta pada Alquran. (van)

June 18, 2008

tabel teman

Filed under: sastra

NAma Teman

Alamat

telp

 kota

Naily N Pacar 0285 6534234  pekalongan
Tri Puji Bener 0285 3242347  tegar

Islam yang Benar

Filed under: Aqidah

 

Penjelasan Biasa

 

Dalam bahasa Arab, perkataan "Islam" bermaksud "tunduk" atau "patuh". Jika seorang Muslim ditanya, "Apakah itu Islam?", biasanya dia akan menjawab, "Agama yang tunduk kepada Allah, satu-satu Tuhan yang benar."

 

Jawapan ini terlalu ringkas. Untuk memahami Islam yang benar, satu gambaran yang jelas yang diperlukan. Untuk mendapat gambaran yang jelas ini, satu penelitian sejarah diperlukan.

 


Islam Dalam Sejarah


 

Sebelum Islam bertapak di tanah Arab di bawah pimpinan Muhammad, terdapat empat jenis kepercayaan yang berpengaruh di sana.

 


     

  1. Arab Jahiliah

     

     

    Mereka ini penyembah-penyembah berhala yang percaya kepada satu Tuhan yang Maha Tinggi, dewa-dewi dan berbagai jenis kuasa ghaib. Walaupun begitu, sebilangan besar daripada mereka (terutamanya bani Quraisy di Mekah) mengaku diri mereka dari keturunan Ibrahim.

     

    Rumah berhala mereka yang terkenal ialah Kaabah yang bertempat di Mekah. Di dalamnya terdapat berbagai objek-objek pujaan dan berhala.

     


     

  2. Yahudi

     

     

    Pada zaman Muhammad, terdapat ramai orang Yahudi di tanah Arab. Sebilangan besar dari mereka bukan Yahudi sejati melainkan yang telah memeluk agama Yahudi. Menurut Yaqubi, bani Yahudi Quazah dan Nadhir di Madinah merupakan suku-bangsa Arab Jurham yang telah diyahudikan.

     

    Orang Yahudi pada masa itu lebih berpengetahuan tentang dongeng rakyat dan tulisan ulama mereka daripada apa yang sebenarnya di tulis dalam Taurat. Malah, ada yang telah lupa bahasa asal mereka dan tidak dapat lagi membaca kitab Taurat yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Kerana ulama-ulama Yahudi sahaja yang memahami kitab Taurat, ayat-ayat dari kitab itu terpaksa diterjemahkan secara spontan ke dalam bahasa Arab dalam upacara-upacara sembahyang umum.

     


     

  3. Kristian

     

     

    Orang yang pertama menjadi Kristian ialah orang Yahudi. Mereka berbeza dengan orang Yahudi lain kerana menerima Isa sebagai Al-Masih yang telah dijanjikan Allah. Apabila semakin ramai orang bukan-Yahudi memeluk agama Kristian, mereka mula membentuk identiti mereka sendiri. Pada zaman Muhammad, orang Kristian telah wujud selama enam ratus tahun. Dalam masa yang singkat itu, agama Kristian berjaya menjadi agama utama di Timur Tengah.

     

    Akan tetapi orang Kristian pada masa itu telah pudar semangat dan banyak ajaran-ajaran sesat telah berjaya memecahbelahkan penduduk Kristian kepada kelompok-kelompok yang bertentangan fahaman. Ramai orang keliru tentang fahaman Kristian yang benar terutamanya mereka yang tidak berpeluang membaca Alkitab (gabungan kitab Taurat, Mazmur dan Injil) untuk mengkaji isu-isu yang diperdebatkan.

     

    Suasana ini merebak ke tanah Arab yang pada masa itu tidak memiliki Alkitab dalam bahasa Arab. Orang Kristian di tanah Arab pada masa itu terdiri dari golongan Nestoria, Baizantin dan Monofisit. Golongan Baizantin dan Monofisit merupakan dua golongan paling berpengaruh dan merekalah yang menimbulkan perbalahan apabila memanggil Maryam, Ibu Tuhan. Maka tidak hairanlah jika suasana seperti itu telah menghalang Muhammad daripada mendapatkan ajaran Kristian yang benar.

     

    Akhirnya, penyebaran ajaran-ajaran sesat ini dapat disekat dan dibetulkan. Prosesnya mengambil masa yang lama kerana campur tangan berbagai pihak yang berkuasa. Apabila umat Kristian berjaya bangkit dari kemelut akidah yang telah memecahbelahkan mereka, Islam telah pun bertapak di Timur Tengah dan Afrika Utara.

     


     

  4. Hanif

     

 

Perkataan Hanif bermaksud "Dia yang berpaling" iaitu daripada penyembahan berhala. Orang Hanif ialah orang Arab Jahiliah yang telah dipengaruhi oleh fahaman Yahudi dan Kristian lalu mereka menolak amalan penyembahan berhala. Mereka tidak berjemaah tetapi percaya agama yang benar ialah agama yang dipegang bapa bangsa mereka, Ibrahim.

 

Agama Yahudi, Kristian dan Islam masing-masing menuntut mewakili agama Ibrahim yang sebenar. Adalah menarik bahawa dari empat Hanif yang diceritakan oleh Ibn Ishaq, tiga daripada mereka menemui kebenaran yang dicari-cari mereka dalam agama Kristian.

 

Hanif yang pertama ialah Waraqah bin Naufal, sepupu Khatijah, isteri pertama Muhammad. Dia memeluk agama Kristian dan menjadi seorang Kristian yang terpelajar. Walaupun dia adalah saudara dan penasihat rohani Muhammad, dia tidak pernah memeluk agama Islam. Selepas kematiannya, Muhammad telah bermimpi melihat Waraqah berpakaian putih dan mengambilnya sebagai tanda Waraqah selamat di syurga.

 

Hanif kedua ialah Abdullah bin Jashy. Pada mulanya dia memeluk agama Islam tetapi kemudiannya memeluk agama Kristian setelah berhijrah ke Habsyah akibat penganiayaan di Mekah. Abdullah selalu bersaksi kepada pelarian Islam yang lain tentang pengalaman rohaninya yang baru itu. Dia pernah berkata, "Kami (Kristian) melihat dengan jelas tetapi kamu (Islam) mengerdip mata sahaja." Maksudnya jelas – Abdullah percaya bahawa orang kristian mempunyai pandangan yang jelas dalam hal-hal rohani manakala Islam masih belum berjaya melihat terang kebenaran Allah.

 

Hanif yang ketiga ialah Usman bin Huarith. Dia merupakan saudara isteri pertama Muhammad dan memeluk agama Kristian semasa di Baizantin.

 

Hanif yang keempat, Zaid bin Amru, tetap Hanif sampai akhir hayatnya. Dikatakan dia selalu berdoa, "Ya Allah. Jika aku tahu jalan mana yang paling Engkau berkenan, aku akan menyembah-Mu dengannya. Tetapi aku tidak tahu."

 

Sebelum kerasulannya, Muhammad merupakan seorang Hanif. Pada setiap tahun, di bulan Ramadan, dia akan pergi bertapa di Gua Hira yang berdekatan dengan Mekah. Amalan ini sebenarnya berasal daripada orang Kristian di Syria yang kemudiannya menjadi popular di kalangan orang Arab.

 

Mengikut ajaran Islam, kenabian Muhammad bermula pada satu malam pada bulan Ramadan apabila dia terdengar satu suara menyuruh dia "mengucap" (yakni ayat-ayat Al-Quran yang bakal diturunkan kepadanya). Suara ini didengarnya ketika dia sedang bertapa di Gua Hira. Apabila dia mempertimbangkan kata-kata tersebut, malaikat Jibrail telah menjelma dan memberitahunya, "Muhammad! Engkaulah rasul Allah."

 

Pada mulanya Muhammad menyebarkan mesej Islam di kalangan orang Arab sahaja. Selepas dia berhijrah ke Madinah (yang banyak berpenduduk Yahudi), dia cuba memujuk orang Yahudi menerimanya sebagai seorang nabi setaraf nabi-nabi dalam kitab Taurat. Muhammad mengelar orang Yahudi dan Kristian "ahli-ahli kitab". Walaupun begitu, orang Yahudi menentang Muhammad dan menolak mesejnya. Mereka yakin kitab suci mereka tidak menyatakan apa-apa tentangnya. Sejak dari itu, Muhammad mula bermusuhan dengan mereka.

 

Apabila ditanya sama ada orang Islam orang Yahudi atau Kristian, Al-Quran mengarahkan orang Islam untuk memberi jawapan ini:

 


Berkata mereka itu: Beragama Yahudilah kamu, atau beragama Nasrani, supaya kamu mendapat petunjuk. Katakanlah: Bahkan agama Ibrahim yang lurus (kami ikut), dan bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik. Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak-anaknya (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan Isa, dan apa-apa yang telah diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka, tiadalah kami perbezakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah. Maka jika mereka beriman seperti keimanan kamu, sesungguhnya mereka mendapat petunjuk; tetapi jika mereka berpaling (tiada beriman seperti keimananmu), maka hanya mereka dalam perpecahan (dengan kamu); maka engkau akan dipeliharakan Allah dari kejahatan mereka, dan Dia Mahamendengar, lagi Mahamengetahui. (2 Surah Al-Baqarah ayat 135-137)

. (2 Surah Al-Baqarah ayat 135-137)

 

Apabila ayat-ayat ini yang dipandang dari sudut sejarah, maka jelaslah agama Islam merupakan satu panggilan untuk kembali kepada agama Ibrahim dan mesej nabi-nabi Allah. Apakah ini telah dilakukan penganut agama Islam? Apakah Islam hari ini mewakili agama Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Yaqub yang sebenar? Apakah kitab Musa dan Isa ditaati hari ini oleh pengikut Islam?

 


Agama Ibrahim


 


(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepada Ibrahim: Islamlah engkau! Jawabnya: Saya telah Islam(patuh mengikut) Tuhan semesta alam. (2 Surah Al-Baqarah ayat 131)

(2 Surah Al-Baqarah ayat 131)

 


Siapakah yang terlebih baik agamanya dari orang yang menundukkan mukanya kepada Allah sedang ia berbuat kebaikan dan mengikut agama Ibrahim yang lurus? Allah telah mengangkat Ibrahim itu sebagai tolan (sahabat). (Surah An-Nissak ayat 125)

(Surah An-Nissak ayat 125)

 

Agama Ibrahim ialah agama penundukan dan ketaatan kepada perintah-perintah Allah. Ibrahim menikmati banyak berkat kerana kejayaannya tunduk dan taat kepada Allah. Dia telah diberi anak yang soleh walaupun sudah berusia, anaknya ditebus Allah ketika Ibrahim patuh kepada arahan Allah (melalui mimpi) untuk menyembelih anaknya dan dia dijadikan imam bagi manusia. Akan tetapi berkat paling besar dialami Ibrahim ialah penghormatan menjadi sahabat Allah.

 

Bagaimana dengan anda hari ini? Apakah anda berjaya tunduk dan taat kepada perintah-perintah Allah Ibrahim, Ishaq dan Yaqub? Apakah berkat-berkat yang telah anda alami sebagai hasil kepatuhan ini? Apakah anda seorang sahabat Allah?

 


Mengapakah Allah berkenan kepada nenek moyang kita Ibrahim? Allah berkenan kepada Ibrahim kerana perbuatan Ibrahim, iaitu mempersembahkan Ishaq, anaknya di atas mezbah, sebagai persembahan kepada Allah. Kamu tidak nampakkah bahawa Ibrahim menunjukkan imannya dengan perbuatannya? Oleh itu, iman Ibrahim menjadi sempurna. Perkara itu sesuai dengan ayat Alkitab, "Ibrahim percaya kepada Allah, dan kerana imannya Allah menerima dia sebagai orang yang melakukan kehendak Allah." Itulah sebabnya Ibrahim disebut sahabat Allah. (Yakub bab 2 ayat 21-23)

(Yakub bab 2 ayat 21-23)

May 24, 2008

Merespon Situasi Terkini Merespon Situasi Karya Sastra di Indonesia

Filed under: sastra

   
Situasi kesastraan Indonesia terkini berkembang cukup menarik. Salah satunya adalah tentang peran komunitas sastra. Selain media massa, komunitas sastra dewasa ini memiliki peran yang sangat besar dalam menumbuh-kembangkan kesastraan Indonesia. Banyak sekali penulis Indonesia terkini yang lahir dan dibesarkan oleh komunitas sastra. Komunitas Sastra Indonesia (KSI) dapat disebut sebagai wadah komunitas sastra yang banyak melahirkan serta turut membesarkan pengarang-pengarang Indonesia terkini.

Dengan cabang-cabang yang tersebar di banyak kota besar di Tanah Air dan luar negeri, KSI terus mendorong lahirnya penulis-penulis baru dan ikut menumbuhkan mereka menjadi pengarang-pengarang serta sastrawan andal di Indonesia. Pengarang novel mega bestseller, Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman El-Shirazy, misalnya, tidak terlepas dari binaan dan dorongan tokoh-tokoh KSI seperti Ahmadun Yosi Herfanda. Sejumlah kader KSI, Viddy AD Daery, bahkan ikut aktif menggairahkan kehidupan sastra di negeri jiran. Sementara, ketua Yayasan KSI, Wowok Hesti Prabowo, aktif menggairahkan kehidupan sastra di kalangan buruh pabrik. Sedangkan ketua KSI, Iwan Gunadi dan wakilnya, Fatin Hamama, ikut mendorong kegiatan bersastra di kalangan pelajar, mahasiswa dan Pramuka.

Sebagai wadah berkreasi dan berapresiasi sastra, sangat banyak kegiatan KSI, sejak penerbitan buku sastra, hingga seminar, diskusi, work shop penulisan, dan pertunjukan baca puisi, yang ikut mendorong semangat bersastra di berbagai kalangan masyarakat di Tanah Air. Bahkan, ketika bencana-bencana alam melanda Indonesia, dan banyak sastrawan yang ikut menjadi korban, KSI ikut menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menggalang dan menyalurkan dana bagi mereka. Terbitnya buku kumpulan puisi 5,9 Skala Richter, misalnya, merupakan bukti abadi solidaritas KSI untuk para korban bencana gempa bumi di DI Yogyakarta dan sekitarnya.

Diakui, memang bukan hanya KSI yang berkiprah untuk meramaikan kehidupan sastra Indonesia. Kita juga patut mengakui peran komunitas-komunitas serta kantong-kantong sastra lain di Tanah Air yang ikut meramaikan kehidupan sastra Indonesia terkini, seperti Forum Lingkar Pena (FLP), Rumah Dunia, Komunitas Utan Kayu (KUK), Asas Bandung,  ASA Aceh, Lapena Aceh, Komunitas Cerpen Indonesia (KCI), Komunitas Bunga Matahari, Yayasan Multimedia Sastra (YMS), Forum Sastra Bandung, Keluarga Penulis Kudus (KPK), dan berbagai komunitas serta kantung sastra lain yang tersebar di Tanah Air. Tetapi, KSI, yang lahir dari 12 kantung sastra di Jabodetabek sekitar 11 tahun yang lalu, memiliki peran istimewa karena jaringan dan kepeduliannya pada para pengarang dari kalangan grass root dan pinggiran, seperti para penyair buruh dan penulis daerah yang membutuhkan ‘fasilitas’ untuk dikenal secara nasional.

Di tengah maraknya pertumbuhan komuitas dan kantung sastra dewasa ini, serta maraknya polemik tentang peran komunitas sastra belakangan ini, KSI – juga komunitas-komunitas dan kantung-kantung sastra lain yang memiliki jaringan kerja sama dengan KSI – perlu bertemu untuk merumuskan kembali langkah-langkah strategis ke depan. KSI dan jaringannya juga perlu menata diri kembali agar dapat memberikan sumbangan yang lebih pas bagi public sastra Indonesia. Karena itulah, KSI, bertepatan dengan berakhirnya masa kepengurusan KSI periode 2004-2007, merasa perlu mengadakan kongres dan seminar sastra nasional. 

Sesuai dengan perkembangan kehidupan sastra Indonesia terkini, Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KSI) kali ini sengaja mengambil tema Meningkatkan Peran Komunitas Sastra Sebagai Basis Perkembangan Sastra Indonesia. Kongres akan digelar di Gedung DPRD Kudus, Jawa Tengah, pada 19-21 Januari 2008. Acara pokok kegiatan yang didukung penuh oleh Djarum Bakti Pendidikan ini akan berupa kongres KSI, seminar nasional, ceramah umum, orasi budaya, pementasan sastra dan seni, serta wisata budaya.

Kongres KSI akan memilih kepengurusan baru periode 2008-2010, penyusunan program kerja, dan penyampaian rekomendasi yang mencoba merespons kondisi mutakhir kesusastraan Indonesia. Direncanakan, kongres akan dibuka oleh Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE*, dengan keynote speaker  Mendiknas Dr. Bambang Sudibyo*. Sedangkan orasi budaya dan pemuda akan disampaikan oleh Menpora Dr. Adhyaksa Dault*. Seminar nasionalnya akan menampilkan pembicara Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dr. Dendy Sugono, Prof. Dr. Budi Darma, Arswendo Atmowiloto, Korrie Layun Rampan, Drs. Maman S. Mahayana, MHum, Dr. Eko Budihardjo, Habiburrachman El-Shirazy, MAg, Dr. Shiho Sawai, Drs. Ahmadun Yosi Herfanda, MTI, Drs. Micky Hidayat, Drs. Mukti Sutarman SP, dan Drs. Idris Pasaribu. Seminar akan dimoderatori oleh Kurnia Effendi, Viddy AD Daery, Jimat Kalimasodo, dan Suprapto.

Pementasan karya sastra dan baca puisi akan diisi, antara lain Menpora Adhyaksa Dault*, Direktur Kesenian Depbudpar Surya Yoga*, Direktur Utama RRI Parni Hadi, Direktur Utama Bank Muamalat U. Saefuddin Noer*, Direktur Produksi PT Djarum Kudus Thomas Budhi Santosa, Sutardji Calzoum Bachri, Emha Ainun Nadjib*, Jose Rizal Manua, Sujiwo Tejo, Diah Hadaning, Arie MP Tamba*, Kurnia Effendi, Mustafa Ismail, Chavchay Saefullah, Sihar Ramses Simatupang, Fatin Hamama, Jumari HS, Nuzumul Laily, Bambang Supriadi, Bambang Widiatmoko, Rohadi Noor, dan Anita Retno Lestari. Juga akan diisi pertunjukan wayang klithik dan terbang papat, dua bentuk kesenian tradisional yang sudah langka dari Kudus.

Menurut Ketua KSI, Iwan Gunadi, pada kesempatan itu juga akan diluncurkan buku Perjalanan 12 Tahun KSI, kiprah dan kumpulan karya para aktivisnya. Menurut ketua umum panitia kongres, Wowok Hesti Prabowo, dan ketua pelaksana, Mukti Sutarman SP, acara ini akan diikuti sekitar 200 pelaku sastra, pengurus cabang-cabang di berbagai wilkayah di Indonesia, serta  masyarakat Kudus dan sekitarnya. Peserta juga akan mengunjungi pabrik rokok, pabrik jenang, Museum Kretek, dan Menara Kudus.**

 

                                                                      

 

Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa indonesia

Filed under: Pemerintahan

    Menurut Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, tujuan dibentuknya Pemerintah Negara Indonesia adalah untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia”. Rupanya kabut asap asal Indonesia yang melanda beberapa negara tetangga, menurut para mahasiswa yang menuntut ilmu di sana, menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah gagal melaksanakan tujuannya.

Perkumpulan Pelajar Indonesia di Malaysia dan Singapura (Perpimas) kemarin (Jumat, 06/10) mengeluarkan pernyataan yang isinya menyayangkan pemerintah Indonesia yang lamban dalam menganggapi pembakaran lahan yang marak terjadi di pulau Sumatra. Menurut ketua Perpimas, Jaka Sulistiana, “Kami merasa Pemerintah Indonesia telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pemerintah karena Pemerintah Indonesia tidak mampu melindungi rakyatnya sendiri dan malah mengganggu ‘ketertiban dunia’ dengan mengekspor asap yang jelas-jelas mengganggu kesehatan.”

Dalam pernyataannya, Perpimas juga menyatakan bahwa dengan tidak menindak tegas para pembakar lahan, pemerintah telah memperburuk citra bangsa Indonesia di mata negara tetangga. Untuk mendukung pernyataan itu, Perpimas telah melakukan survey terhadap warga Malaysia dan Singapura. Hasilnya, banyak dari mereka yang membenci Indonesia sejak kabut asap mulai menutupi kedua negara jiran.

Menurut pernyataan tersebut, “Karena banyak dari mereka di sini yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap dari Indonesia, masyarakat mulai berpikir bahwa semua orang Indonesia adalah pembakar lahan dan tidak peduli lingkungan. Terus terang, kami malu dengan tindakan para pembakar lahan di Sumatra dan pemerintah yang tidak mampu menanganinya.”

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa selain tidak mampu lagi melindungi warga negaranya, pemerintah juga membahayakan masa depan bangsa Indonesia dengan merusak generasi muda. Jaka yang membacakan pernyataan tersebut menjelaskan bahwa banyak anak-anak, terutama di daerah yang tertutup asap pekat, menderita gangguan pernapasan. Bukan hanya itu, “Lihat saja kami yang jauh-jauh menuntut ilmu ke Malaysia dan Singapura. Ini semua kan demi memajukan bangsa. Bukannya berterima kasih atau paling tidak mendukung, pemerintah malah mengirim asap untuk mengganggu belajar kami.”

Karena itulah Perpimas mendesak pemerintah untuk menindak para pembakar lahan secepatnya dan menghentikan pembakaran lahan dengan cara apapun. “Jangan sampai setelah dicap bangsa koruptor, Indonesia dicap sebagai bangsa yang tidak ramah lingkungan. Itu bisa saja terjadi mengingat selain pembakaran lahan, kita juga dengan bangga memiliki genangan lumpur terbesar di dunia,” menurut pernyataan tersebut sambil menyebut bencana yang melanda Sidoarjo.


Sentimen negatif

MerahPutih melakukan survey di wilayah Orchard Road, Singapura yang terkenal itu. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat Singapura dan bahkan turis-turis asing memiliki sentimen negatif terhadap Indonesia sebagai bangsa dan negara.

Screw (persetan dengan -red) Indonesia!” ujar seorang turis asal Hong Kong penuh kemarahan. Ia telah merencanakan liburan ke Singapura sejak lama, tetapi yang didapatinya ketika sampai ke negara pulau tersebut hanyalah asap.

Seorang turis Indonesia mengaku bahwa ia merasa tidak nyaman berbelanja di Orchard Road, “Banyak orang berkomentar yang jelek tentang Indonesia.”

BAKSO BAKAR

Filed under: Ijip_Ijip

   


Bahan :
600 gr daging sapi cincang
100 gr tepung sagu
1 butir telur
tusukan sate secukupnya
1 liter air, untuk merebus

Haluskan,
3 siung bawang putih
1 sdm merica halus
½ sdt pala halus
¼ sdt kaldu padat rasa sapi
garam secukupnya

Olesan, aduk rata:
5 sdm kecap manis
5 sdm mentega cair

Pelengkap:
4 buah lontong, iris melintang tipis
Sambal kacang, siap saji
Acar timun secukupnya

Cara Membuat :
Baso: Campur semua bahan baso, kecuali air, bersama bumbu halus, aduk rata. Didihkan air. Masukkan baso, masak sampai matang dan mengapung. Angkat, tiriskan. Tusuk dengan tusukan sate, bakar sambil terus dioles diatas bara apim hingga kecokelatan, angkat. Sajikan bersama pelengkap.

Untuk: 4 porsi

Sumber : Tabloid Wanita Indonesia


Pendidikan Moral Melalui Seni

Filed under: Moral

   

Seni Harus Bangun Moral Bangsa
Pelarangan Muncul karena Kesalahpahaman Pandangan terhadap Sebuah Karya

 

Yogyakarta, Kompas - Karya seni harus benar-benar bisa dimanfaatkan untuk membangun moral bangsa. Seni yang mencerahkan moral bangsa ini tidak hanya dibuat untuk tujuan seni, tetapi juga untuk memperbaiki kemerosotan moral masyarakat. Namun, tidak semua karya seni bisa dimanfaatkan membangun bangsa sehingga masyarakat perlu melakukan seleksi.

"Seni yang diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat adalah seni yang punya tendensi. Melalui ide gagasannya, seniman bisa menyampaikan suatu pesan moral," ujar Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Zamzani di sela-sela seminar nasional "Peran Seni Budaya dalam Membangun Moral Pemuda Bangsa", Kamis (29/11).

Menurut Zamzani, bangsa Indonesia juga mulai dewasa dalam memilah karya seni. Karya seni pertunjukan fiksi, misalnya, tidak langsung ditelan secara mentah-mentah. Kekayaan nilai moral terutama bisa ditemukan pada seni tradisional. "Selalu penuh nilai ajaran yang simbolik, jarang yang diungkapkan secara langsung," katanya.

Penyair Madura Zawawi Imron menambahkan, sering kali karya seni disalahpahami oleh masyarakat sehingga memunculkan aksi pelarangan, pencekalan, bahkan pemasungan. Tetapi, justru suatu karya yang dilarang cenderung semakin menarik minat orang untuk menikmati karya tersebut.

Seniman, lanjut Zawawi, harus lebih rendah hati bahwa kesenimanan salah satu sektor dari pengabdian kepada kemanusiaan. "Kebebasan dan pemberian ruang yang luas kepada karya kreatif adalah penghargaan kepada kemanusiaan. Dalam iklim berkesenian yang sehat, biar seniman sendiri yang mencekal dirinya karena dia sendiri yang tahu untuk berbuat dan tidak berbuat," tuturnya.

Perubahan

Budaya Yogyakarta, lanjut Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta Condroyono, telah mengalami perubahan sejalan dengan dinamika sistem kehidupan sosial masyarakat. Kebudayaan hadir karena adanya kehidupan sosial manusia. Bahkan, kebudayaan oleh sosiolog Koentjoroningrat dikelompokkan menjadi tiga, kompleks gagasan, aktivitas, dan hasil karya.

Tidak semua perubahan yang terjadi di masyarakat berakibat pada perubahan sosial. Namun, perubahan sistem pemerintahan dari sistem Kasultanan Ngayogyakarta menjadi Provinsi DIY telah membawa akibat pada perubahan sistem kehidupan sosial.

"Pengaruh perubahan lewat penetrasi budaya harus disikapi secara sistemik komprehensif melalui sistem kehidupan sosial yang dimulai dari keluarga, masyarakat, sampai ke sistem pendidikan yang diberlakukan," kata Condroyono. (WKM)

Belajar Yang Menyenangkan

Filed under: Pendidikan

   kiat_kiat belajar agar g" boring oke?

    moga co2k banget buat kamu 

   1. Sambil dengerin musik! Tp musiknya jgn musik yg ad lyricnya, aliaz u hrs dengerin music instrumen / classic… Mengapa?? Cz klo qt dengerin musik yg berlyric mk otak kanan qt bekerja 2 x, yaitu utk belajar dan dengerin lyricnya. Tp klo musik instrumen aj, mk music itu diserap oleh otak kiri. So,, otak kanan dan otak kiri sama2 bekerja n pelajaran jd cpet masuk!
Oh ya,pernah liat di Lomba Karya Tulis ilmiah nih, klo belajar sambil dengerin music classic (mozard) bs menambah IQ qt 6 point (klo g salah)!! Walaupun itu cuman bertahan beberapa menit. Kan lumayan tuh dalam waktu singkat qt bs belajar maksimal.

2. Klo ud jenuh belajar jgn diterusin! Misalnya Qt ud ngantuk atau ud merasa jenuh, jgn diterusin belajarnya cz ntar g maksimal n waktu terbuang percuma. Lebih baik u istirahat sebentar / tidur sebentar, bwt pikiranmu fresh lagi! Nah, klo ud istirahat, otakmu bs dgn baik mencerna pelajaran.

3. Waktu yg plg baik bwt belajar?? Pagi hari abis bangun tidur! Cz otak kamu tuh lagi jernih2nya, ditambah lagi udara pagi yg sejuk…

 

Meningkatkan Kwalitas Keimanan

Filed under: sastra, Aqidah

      

Bagaimana memahami keberadaan Allah?

Tumbuhan, binatang, lautan, gunung-gunung, dan manusia disekitar kita, dan semua jasad renik yang tidak kasat mata – hidup ataupun mati, merupakan bukti nyata adanya Kebijakan Agung yang menciptakannya. Demikian pula dengan kesetimbangan, keteraturan dan penciptaan sempurna yang nampak di seluruh jagat. Semuanya membuktikan keberadaan Pemilik pengetahuan agung, yang menciptakannya dengan sempurna. Pemilik kebijakan dan pengetahuan agung ini adalah Allah.

Sistem-sistem sempurna yang diciptakanNya serta sifat-sifat yang mengagumkan pada setiap mahluk, hidup maupun mati, menimbulkan kesadaran akan keberadaan Allah. Kesempurnaan ini tertulis dalam Al-Qur’an:

Dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis. Tak akan ditemui sedikit cacatpun dari ciptaanNya. Perhatikan berkali-kali - apakah engkau melihat kekurangan padanya? Lalu, perhatikanlah sekali lagi. Matamu akan silau dan lelah! (Surat Al-Mulk: 3-4)

Mengapa kita diciptakan?

Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan mengapa kita diciptakan:

Aku ciptakan jin dan manusia semata-mata untuk menyembahKu. (Surat Az-Zariyat: 56)

Seperti disebutkan dalam ayat ini, keberadaan manusia di bumi ini semata-mata untuk menjadi hamba Allah, untuk menyembahNya dan untuk memperoleh ridhaNya. Penghambaan manusia kepada Allah merupakan batu ujian selama ia hidup di muka bumi

Bagaimana cara mengenal Allah?

Ciptaan yang sempurna di seluruh jagat raya menunjukkan kekuasaan Allah Yang Maha Agung.

Allah sendiri telah memperkenalkan diriNya kepada kita melalui Al-Qur’an - wahyu yang diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk yang benar bagi kehidupan. Semua sifat-sifat Allah yang mulia disampaikan kepada kita di dalam Al-Qur’an. Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil, Maha Meliputi seluruh alam, Maha Melihat dan Maha Mendengar atas segala sesuatu. Dia lah Pemilik dan Tuhan satu-satunya atas langit dan bumi dan segala sesuatu di antaranya. Dia lah penguasa seluruh kerajaan langit dan bumi.

Dialah Allah – tiada tuhan selain Dia. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia lah Allah – tiada tuhan selain Dia. . . . MilikNya segala nama-nama yang baik. Segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat Al-Hasr: 22-24)

 

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer